Pencarian
Galeri

RI – Korsel Selenggarakan Seminar Kerjasama Industri Pertahanan

Jakarta, DMC – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Korea melalui Kementerian Pertahanan kedua negara menyelenggarakan seminar pertahanan khususnya di bidang Industri Pertahanan. Secara umum seminar tersebut juga akan mengulas beberapa permasalahan pembangunan industri pertahanan kapal laut kedua negara.

Seminar Pertahanan yang diselenggarakan kedua negara kali ini mengangkat tema “Saling Membangun Kerjasama Industri Pertahanan” dan sekaligus dibuka dengan Keynote Speech Menhan RI, Purnomo Yusgiantoro dan Menhan Korea Selatan, KIM, Kwan-Jin.

 

Maksud dari diselenggarakan Seminar Pertahanan ini untuk saling memperkenalkan dan meningkatkan industri Pertahanan Korea Selatan dan Industri Pertahanan Indonesia dalam rangka merevitalisasi Industri Pertahanan di Indonesia, Khususnya industri pertahanan Kapal.

 

Pada kesempatan forum seminar itu, Kemhan RI dalam hal ini Direktur Teknologi Industri Potensi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Agus Suyarso menyampaikan gambaran umum tentang Implementasi kebijakan untuk menguatkan dan merevitalisasi Industri Pertahanan Indonesia.

Sementara itu, beberapa pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan perwakilan industri pertahanan Korea Selatan juga mencoba mempresentasikan beberapa topik menarik sekilas industri pertahanan kapal. Salah satu permasalahan yang di sampaikan pengalaman Korea Selatan di dalam mengembangkan industri kelautan khusus pertahanan, keamanan dan keselamatan di laut.

Adapun topik pembahasan lain yang diangkat terkait pertukaran teknologi (Transfer Of Technology / ToT ) dan lokasi program untuk pembangunan Industri kelautan Indonesia, serta kerjasama pada industri perkapalan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Seminar pertahanan RI - Korea Selatan tersebut mendapat perhatian positif dan animo yang tinggi dari masyarakat dan kalangan pertahanan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah peminat untuk menjadi peserta seminar dari beberapa kalangan instansi pertahanan dan keamanan, Kementerian dan Lembaga Pemerintahan serta Industri pertahanan strategis baik yang ada di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), ataupun industri swasta. (MAW/SR)

 

This content has been locked. You can no longer post any comment.